ruangpublik.info Berita Pendidikan PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH DALAM PERTUMBUHAN DI SEKTOR PERDAGANGAN LUAR NEGERI

PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH DALAM PERTUMBUHAN DI SEKTOR PERDAGANGAN LUAR NEGERI

PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH DALAM PERTUMBUHAN DI SEKTOR PERDAGANGAN LUAR NEGERI
BERSAMA BN HOLIK QODRATULLAH, S.E., M.Si.

Pembangunan ekonomi dapat dikatakan sebagai suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil per kapita penduduk yang disertai perbaikan-perbaikan sistem kelembagaan. Pertumbuhan ekonomi dicerminkan dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi suatu wilayah maka semakin baik kegiatan ekonomi wilayah tersebut. Pertumbuhan ekonomi diperoleh dari laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan. Laju pertumbuhan ekonomi nantinya berhubungan dengan proses pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi tidak lepas dari peran sumber daya manusianya. Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan faktor penting untuk menunjang kelancaran pembangunan.

Berdasarkan BPS data Kabupaten Bekasi (2018-2020) angka pengangguran terbuka antar jenjang pendididkan dari waktu ke waktu terlihat berfluktuatif jumlahnya, hal ini menunjukkan belum stabilnya kondisi ketenagakerjaan yang cenderung bisa dimungkinkan dari sektor informal.

Penduduk Bekerja Kabupaten Bekasi Menurut Pekerjaan nya (Jiwa) 2019

Masalah pengangguran dapat diatasi dengan tingkat kesempatan kerja yang tinggi. Kesempatan kerja merupakan suatu keadaan yang menggambarkan jumlah ketersediaan lapangan kerja yang dapat diserap angkatan kerja. Oleh karena itu pemerintah dan pengusaha bersama-sama mencari solusi dan memberikan perhatian yang lebih serius agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang layak guna mengatasi permasalahan kesempatan kerja.

Pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan output total dalam jangka panjang tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih kecil atau lebih besar dari jumlah pertumbuhan penduduk yang diikuti oleh perubahan struktur perekonomian atau tidak. Masalah pertumbuhan ekonomi harus menjadi perhatian karena pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang baik harus didukung dari sektor perdagangan luar negeri, yaitu ekspor dan impor. Kegiatan perdagangan terjadi karena meningkatnya taraf ekonomi masyarakat, mengenai hubungan ekspor terhadap pertumbuhan itu sendiri terdapat teori export base dan resource. Teori export base dan resource yaitu sektor ekspor yang dapat menjadi penggerak dalam pembangunan ekonomi.

Sumbangan yang diberikan oleh sektor export dalam pembangunan dibedakan menjadi sumbangan langsung dan sumbangan tidak langsung.

Sumbangan langsung dari sektor ekspor dalam pembangunan yakni kenaikan dalam jumlah ekspor memungkinkan sesuatu negara untuk menaikkan jumlah impor, termasuk impor barang modal yang penting peranannnya dalam pembangunan ekonomi, dengan mengembangkan sektor ekspor maka dana pembangunan yang tersedia akan dialirkan ke dalam sektor yang paling efisien, yaitu sektor penghasil barang ekspor yang dapat bersaing dengan industri-industri lain di luar negeri, memperluas pasar untuk produksi dalam negeri dan memungkinkan perluasan skala produksi industri – industri dan selanjutnya menciptakan skala ekonomi, dan karena perusahaan – perusahaan harus tetap mempertahankan kedudukan yang kompetitif dalam pasaran dunia maka mereka harus berusaha untuk menekan ongkos produksi dan mempertinggi efisiensi kegiatannya.

Sumbangan tidak langsung dari sektor ekspor dalam pembangunan dapat dibedakan menjadi tiga golongan:

    • Pertama, ekspor akan mendorong dan meningkatkan perkembangan penanaman modal dari dalam maupun luar negeri, hal ini dikarenakan banyak industri mengalami perluasan pasar sebagai akibat dari perkembangan sektor ekspor.
    • Kedua, perkembangan sektor ekspor dalam pembangunan akan memudahkan masuknya inovasi dalam teknologi, pasaran dan keahlian usahawan. Industri-industri akan terdorong untuk mengimpor teknologi baru dari luar negeri dalam menghadapi persaingan luar negeri.
    • Ketiga, dengan adanya barang-barang yang dapat di impor dari luar negeri, variasi barang menjadi semakin banyak dan akan mendorong pertambahan dalam konsumsi.

Sektor ekspor begitu banyak memiliki manfaat oleh karena itu harus didorong pertumbuhannya. Sebagian ahli ekonomi mengatakan bahwa perbaikan pertumbuhan ekonomi yang mengalami perubahan akan diikuti oleh perubahan – perubahan struktur dan corak kegiatan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu.

Ada tiga faktor atau komponen utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu:

    • Akumulasi modal
    • Pertumbuhan penduduk yang beberapa tahun selanjutnya membawa pertumbuhan angkatan kerja dan
    • Kemajuan teknologi.

Hal ini sesuai bahwa pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari masalah pertumbuhan penduduk dan kesempatan kerja serta pendapatan daerah.

Pendapatan Negara itu dapat dipahami sebagai penerimaan Negara dari berbagai sumber pendapatan. Ada penerimaan pajak, penerimaan bukan pajak, dan hibah.

Penerimaan dari sektor pajak itu sendiri terbagi menjadi dua yakni pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. Beberapa pendapatan pajak dari dalam negeri antara lain:

      1. pendapatan Pajak Penghasilan (PPh) Migas dan Nonmigas
      2. pendapatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
      3. pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan
      4. pendapatan Cukai atas tembakau dan alkohol

Salah satu contoh pendapatan pajak dalam negeri yang gampang dijumpai adalah pajak makanan di restoran, seperti yang sering tertera di struk pembelian ada tertulis PPN sebesar 10%.

Pendapatan pajak dari perdagangan internasional itu terbagi atas pendapatan bea impor dan bea ekspor.

Selain dari pajak, ada pula penerimaan negara bukan pajak (PNBP) seperti pendapatan minyak bumi, pendapatan sektor perikanan, pendapatan dari sektor mineral dan batubara, hingga laba dari BUMN/BUMD (perbankan dan non perbankan).

Selain pendapatan negara, daerah di Indonesia, baik provinsi, kabupaten, atau kota juga memiliki sumber pendapatannya masing-masing. Ada pun sumber pendapatan daerah berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan pendapatan lainnya.

Pertama, pendapatan asli daerah (PAD). Pendapatan ini sudah diatur dalam UU No.28 tahun 2009 pasal 2 (Dua) yang membagi pajak daerah diperoleh pada tingkat provinsi dan pada tingkat kabupaten/kota.

Sumber pendapatan daerah yang kedua ialah dana perimbangan. Dana ini bertujuan untuk menyetarakan kebutuhan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi. Dana perimbangan dapat dimaknai sebagai dana yang bersumber dari APBN. Dana perimbangan itu sendiri terbagi menjadi 3 (Tiga), yakni dana bagi hasil (DBH),dana alokasi umum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK).

Dana bagi hasil (DBH) ini dialokasikan kepada daerah dengan persentase tertentu dari pajak dan sumber daya alam. Tujuannya untuk mendanai kebutuhan daerah. Dana alokasi umum (DAU) tujuannya untuk pemerataan kemampuan keuangan daerah. Lalu, dana alokasi khusus (DAK) bertujuan untuk mendanai kegiatan khusus daerah yang sesuai dengan prioritas nasional. Kemudian sumber pendapatan daerah lainnya bisa berupa dana hibah dan dana darurat yang digunakan untuk keperluan mendesak seperti bencana alam atau peristiwa luar biasa lainnya.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi menyebabkan peningkatan pula pada kesempatan kerja, banyaknya tenaga kerja sangat membantu dalam proses menghasilkan barang untuk kegiatan ekspor. Teori kemanfaatan absolut (absolut advantage) menjelaskan nilai suatu barang diukur dengan banyaknya tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan barang. Makin banyak tenaga kerja yang digunakan akan makin tinggi nilai barang tersebut (labor theory of value).

Ekspor merupakan salah satu faktor penunjang dalam merangsang pertumbuhan suatu daerah, kegiatan ekspor yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah tersebut. Dengan demikian, ekspor memainkan peran penting dalam pemilihan strategi pembangunan ekonomi dan karena itu setiap perubahan dalam jumlah ekspor akan mempengaruhi produk dalam negeri.

Pergeseran Wilayah Kabupaten Bekasi dari pertanian ke industrial haruslah mendapat perhatian khusus agar bisa selalu menunjang pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Bekasi itu sendiri secara baik dan tepat.

“Kegiatan ekspor dan impor di Kabupaten Bekasi memiliki prospek dan kontribusi yang bagus terhadap pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi juga memiliki kontribusi yang cukup bagus terhadap kesempatan kerja. Hal ini berarti infrakstruktur dan birokrasi yang mendorong kegiatan ekspor harus dibenahi dengan benar, karena dengan begitu kegiatan ekspor impor di Kabupaten Bekasi akan terus meningkat stabil”
(BN HOLIK QODRATULLAH, S.E, M.Si.)

Bram ananthakuanantha
Ketua Sarana Indonesia Akar Peduli (SIAP)
Ketua Indonesia Pintar Dalam Edukasi (INSPIRASI)
Pengasuh ruangpublik.info

Author: ruangpublik.info

Penulis Adalah Penggiat Aktivis di Bidang Pendidikan dan Pengamat Kebijakan Pemerintah Sektor Publik
EnglishBahasa Indonesia
ruangpublik.info