STRATEGI ‘SNP’ DALAM UPAYANYA BERSAMA KETUA PGRI DAN KETUA DPRD KAB. BEKASI

STRATEGI ‘SNP’ DALAM UPAYANYA BERSAMA KETUA PGRI DAN KETUA DPRD KAB. BEKASI

Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, merupakan tonggak sejarah betapa penting arti pendidikan, karena pendidikan merupakan suatu unsur yang tidak dapat dipisahkan dari diri manusia, agar senantiasa dapat berusaha mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan/atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat. Pendidikan merupakan salah satu sektor yang diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah daerah, sementara pemerintah pusat sebatas menyusun acuan dan standar yang bersifat nasional. Walaupun pengelolaan pendidikan menjadi kewenangan Kabupaten/Kota, pengelolaan tersebut harus mengacu pada standar yang ditetapkan secara nasional.

Terkait dengan hal tersebut, pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan agar sekolah memiliki Standar Nasional Pendidikan yang dimaksudkan sebagai acuan pengembangan dan pengendalian pendidikan. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang berbagai aspek yang relevan dalam melaksanakan sistem pendidikan nasional yang harus dipenuhi oleh penyelenggara dan/atau satuan pendidikan, yang berlaku di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menindaklanjuti amanat pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yaitu;

    1. Standar isi
    2. Standar proses
    3. Standar kompetensi lulusan
    4. Standar pendidik dan tenaga kependidikan
    5. Standar sarana dan prasarana
    6. Standar pengelolaan
    7. Standar pembiayaan
    8. Standar penilaian pendidikan

Seperti yang dituturkan oleh Bapak Asep Saefullah, M.Pd. selaku Ketua PGRI Kabupaten Bekasi, bahwasanya delapan standar tersebut ditetapkan sebagai Standar Nasional Pendidikan dan tiga diantaranya berkaitan langsung dengan penjaminan kualitas pembelajaran di kelas, yakni:

    1. Standar kompetensi lulusan yaitu standar kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik
    2. Standar isi pendidikan keluasan dan kedalaman minimal materi pelajaran pada satu satuan pendidikan, dan
    3. Standar proses pendidikan yaitu standar yang menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran mulai dari perencanaan pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian dan pengawasan terhadap ketiganya

Sedangkan lima standar yang lain merupakan bagian yang integratif dalam usaha mengoptimalkan pengelolaan sekolah sebagai unit pelaksana teknis pemerintah daerah.

Ketua PGRI Kabupaten Bekasi Yang Lugas Dan Antusias Dalam Memberi Pemaparan Soal Pendidikan

Dalam hal ini juga Ketua DPRD Kab. Bekasi Bapak BN. Kholik Qodratullah. S.E, M.Si.  berpendapat bahwa pada perencanaan Proses Pembelajaran di Kabupaten Bekasi harus lebih dikaji secara mendalam lagi antara keruntutan tujuan, skenario, sumber dan media termasuk sistem penilaiannya.

Dalam perencanaan seharusnya sudah dipertimbangkan kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan materi yang tertera di Standar Kompetensi (SK) atau Komptensi Dasar (KD). Kemudian dikembangkan skenario pembelajaran untuk mencapai tujuan tersebut. Dan yang tidak boleh diabaikan dalam skenario pembelajaran adalah sudah ditetapkannya metode dan media yang tepat, yang tidak kalah pentingnya dengan komponen yang lain untuk mendukung tercapainya tujuan. Pada bagian komponen penilaian harus dikembangkan sistem penilaian untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran melalui rumusan butir soal yang valid dan terpercaya.

Pendidikan itu sendiri adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sementara Standar Nasional Pendidikan dalam PP 57 tahun 2021 tentang Standar Pendidikan Nasional adalah kriteria minimal tentang sistem Pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam model analisis ada 9 Peluang (Opportunities) yang harus kita upayakan

    1. Melaksanakan model pendekatan dalam pembelajaran
    2. Melaksanakan Sistem belajar tuntas
    3. Penilaian hasil belajar difungsikan sebagaimana mestinya
    4. Penilaian hasil belajar dengan memperhatikan keseimbangan antara aspek kognitif, psikomotorik dan afektif
    5. Prosedur, mekanisme, dan instrument penilaian disejajarkan urgensinya sehingga dapat mendorong keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan
    6. Fungsi pengawasan diefektifkan dan sebaiknya pengawasan dilakukan oleh individu yang mengetahui pembelajaran secara teknis
    7. Tenaga pengawas pendidikan khususnya bidang studi ditambah, baik secara kualitas maupun kuantitas
    8. Tingkat kesejahteraan guru di Kabupaten Bekasi menjadi salah satu faktor motivasi yang harus ditingkatkan demi maningkatnya kualitas tugas profesionalnya
    9. Membangun kerjasama yang baik, baik secara struktural maupun fungsionalnya

Sementara itu Ancaman (Threat) jangan pula diabaikan, seperti:

    1. Tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan pendidikan semakin tinggi
    2. Perbaikan kesejahteraan guru menuntut peningkatan profesionalisme
    3. Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pentingnya kompetensi bukan lulus atau tidak lulus
    4. Berbagai block grant diberikan pemerintah untuk mendorong meningkatnya pengelolaan pendidikan
    5. Sistem pembelajaran yang menuntut penilaian hasil belajar tidak terfokus pada hasil belajar saja tetapi juga proses belajarnya

Jadi SNP itu sendiri harus lah bisa bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan harus layak dan tepat dalam mendukung  proses Pendidikan itu sendiri.

Ketua DPRD Kab. Bekasi Dalam Memberi Ruang Diskusi Bersama Para Mahasiswa Guna Membahas IMP Atau Indeks Pembangunan Manusia

 

Pendidikan, Mendidik, dan Terdidik adalah 3 hal yang tidak bisa dipisahkan. Metode yang tepat, Pendidik yang hebat akan menghasilkan anak didik yang kuat, baik dalam karakter maupun tumbuh kembang mentalnya kelak.

Bram ananthakuanantha
Ketua Sarana Indonesia Akar Peduli (SIAP)
Ketua Indonesia Pintar Dalam Edukasi (INSPIRASI)
Pengasuh ruangpublik.info

About the author: bram ananthakuanantha

Penulis Adalah Penggiat Aktivis di Bidang Pendidikan dan Pengamat Kebijakan Pemerintah Sektor Publik

Related Posts

EnglishBahasa Indonesia
ruangpublik.info